kuti Kamal dalam perjalanan pulangnya melintasi kota. Di sepanjang jalan, dia mendengar suara-suara dan mengamati apa saja
Manu sedang menunggu hujan. Hujan akhirnya turun di hari Sabtu.
Kisah ini bercerita tentang seorang bocah laki-laki yang ingin melakukan sesuatu sekarang juga, tetapi semua orang dewasa berkata, "Jangan sekarang!"
Pak Lipan memakai 21 pasang sepatunya untuk berjalan-jalan pagi. Namun, dengan begitu banyak kaki yang ia miliki, bagaimana cara ia memilih kaki yang akan ia langkahkan pertama kali? Ikuti kisah Pak Lipan yang kebingungan beserta teman-temannya yang ingin membantunya.
Prosy ingin memelihara kucing. Demi memelihara kucing, Prosy harus mencari kucing yang cocok bagi seluruh anggota keluarganya.
Manu punya jas hujan baru. Ia tidak sabar untuk mencobanya, tetapi hujan membuatnya menunggu, menunggu, dan menunggu lagi.
Buku berjudul Banu dan Kentang, Diterbitkan oleh penerbit Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi,, Ditulis oleh Bacaan Bermutu Anak Indonesia dan masuk pada kategori Pustaka Anak.
Jalan atau Kebun Binatang? Farah, Umar, dan Romi menemukan banyak hal dalam cerita "Warna Lingkungan Kita", dan dalam cerita yang baru ini, ketiga sahabat akan keluar untuk bermain di jalan. Namun, mereka tidak tahu bahwa mereka akan bertemu dengan berbagai hewan di sana. Apakah mereka senang berkenalan dengan hewan-hewan tersebut?
Anaya sangat menyukai jempolnya. Ketika berkunjung ke kebun binatang, dia melihat apa yang disukai oleh bayi-bayi binatang.
Buku berjudul Bagaimana perasaanmu?, Diterbitkan oleh penerbit Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi,, Ditulis oleh Bacaan Bermutu Anak Indonesia dan masuk pada kategori Pustaka Anak.